Search

Memuat...

Diftong


Diftong adalah vocal yang berubah pada saat pengucapannya. Dalam system penulisan diftong biasa dilambangkan oleh dua huruf vocal. Kedua huruf vocal itu tidak dapat dipisahkan. Dalam Bahasa Indonesia terdapat tiga buah diftong, yaitu /ay/, /aw/, dan /oy/ yang msaing-masing dapat dituliskan; ai, au, dan oi. Ketiga diftong itu bersifat fonemis dalam bahasa Indonesia.

Kedua huruf vocal pada diftong melambangkan satu bunyi vocal yang tidak dapat dipisahkan. Hal itu harus dibedakan dari deretan dua vocal yang berjejer. Bandingkan diftong berikut dengan deretan vocal biasa.
Diftong; /ay/ sungay mennjadi sungai

    /aw/ harimaw menjadi harimau

    /oy/ amboy menjadi amboi

Deretan biasa; /ai/ dari gulai menjadi gulai

        /au/ dari mau tetap menjadi mau

        /oi/ dari menjogoi tetap menjadi menjogoi

Deretan vocal biasa merupakan dua vocal yang maisng-masing mempunyai satu hembusan nafas dan karena itu masing-masing termasuk dalam suku kata yang berbeda. Pada umumnya, vokal dapat menjadi unsure pertama maupuun unsure kedua deretan vocal. Meskipun demikian, tidak semua vocal dapat berderet dengan vocal lain. Deretan dua vocal yang terdapat dalam Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:
/ii/ dari fiil menjadi Fiil

/iu/ dari tiup menjadi tiup

/aa/ dari saat menjadi saat.

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa diftong merupakan dua vocal yang diucapkan dalam satu kesatuan waktu, atau vocal yang berubah kualitasnya. Dengan perkataan lain, diftong adalah bunyi yang pada waktu dibunyikan satu sama lain berbeda tetapi masih dalam kesatuan waktu. Dalam Bahasa Indonesia dikenal vocal rangkap dan vocal tunggal (monoftong). Vocal tunggal (vocal/vocal murni) yaitu bunyi yang bentuk kualitas cara menghasilkannya tidak berubah mulai dari awal sampai akhir dalam satu suku kata. Dalam mengucapkan sebuah diftong ada sonoritas, artinya ada kenyaringan di dalam mengucapkan bunyi yang terdapat dalam satu suku kata.
Menurut Marsonno (1986:28) diftong adalah bunyi pada waktu dibunyikan satu sama lain berbeda tetapi diucapkan dalam satu kesatuan waktu. Monoftong adalah bunnyi vocal tunggal yang terbentuk dengan kualitas bicara (lidah) tidak berubah dari awal hingga akhir artikulasinya dalam sebuah suku kata.
Pada umumnya diftong dibedakan atas dua, yaitu:

  1. Diftong naik, yaitu jika vocal yang kedua diucapkan dengan posisi lidah lebih tinggi daripada pertama. Karena lidah semakin menaik, dengan demikian strukturnya semakin menutup, sehingga diftong menutup, atau pembunyian pada vocal yang kedua lebih tinggi dari pembunyian vocal yang pertama. Misalnya, dalam bahasa Indonesia.
  2. Diftong turun, yaitu jika posisi lidah yang kedua diucapkann lebih rendahh dari yang pertama. Misalnya dalam bahasa jawa dan bahasa Inggris.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...